PEMBELA: Syabas Untuk Mu

PEMBELA: SYABAS UNTUK MU

kepada aktivis PEMBELA

yang gagah berani meneruskan program di Masjid Shah ‘Alam,

pada petang 17 Ramadhon 1432 H


Syabas PEMBELA;
17 Ramadhon,13 Sebelum Hijrah
Gua Hira’
dari kegelapan perut mu berabad lama
memancar Cahaya Pertama dari Utusan yang mulia
menerangi ‘alam semesta yang gelap gelita
memecah batu-batu celaka disegenap kota dan desa
mematah palang-palang puaka warisan Roma dahulu kala
akan diulang lagi oleh al-Masih ‘Isa.

17 Ramadhon, 8 Hijrah
Badar
di dada bukit batu itu
‘alam menjadi saksi
gerombolan Musyrikun hancur begitu
berkecai bersama tombak dan perisai menjadi abu
dan batu-batu sembahan tidak mampu
mempertahan diri keras membatu.

17 Ramadhon 1432 Hijrah
Masjid Negeri Shah ‘Alam
seribu lima ratus tahun kemudian
gempar seluruh ‘alam, bandar dan rimba
ada berita.
Petualang dan pengkhianat berbicara:
upacara mengambus palang puaka dibatal!
suara keras bertanya: angkara durjana siapa?
serentak menjawab: demi palang puaka!

Sang pengkhianat  dan petualang mendamba rasa
Cahaya Kebenaran akan padam, kata mereka
’pabila program yang ditaja mansukh semena-mena
padan muka!

Syabas PEMBELA;
ketika sang pengkhianat dan petualang lari
dengan gema ngonggong
anda jadi galang ganti
tiang seri sejati
tegak kukuh di bumi Ilahi
bagai Hawari pembela ‘Isa
bagai Sahabi membela Nabi.

Syabas PEMBELA;
dalam dakapan Cahaya penuh barakah dan kemuliaan
anda berpencak
bijak
bagai bintang-bintang memagari bulan;
gagah satria
bagai Hamzah di medan perang;
cepat-cepat menjulang  Cahaya Kebenaran
tegak kembali dipersada ‘Alam
’pabila sang pengkhianat dan petualang itu
lari lintang pukang
tersembam di tunggul-tunggul palang
penuh hina bukan kepalang.

Syabas PEMBELA;
tegak gagah bagai Gunung Badar
penuh ‘izzah membela Agama mengawal Ummat penuh sedar
suaramu bagai halilintar membelah bumi
memegang panji-panji Kebenaran Abadi
mengibar  tinggi di langit Ilahiyy.

Beritau sang petualang dan pengkhianat  dan tuan-tuan mereka:
kami penerus Badar
tidak kenal erti pudar
tidak kenal erti penat
tidak kenal erti kalah
tidak kenal erti khianat!
kami kenal Ahli Badar
kami kenal tempat mereka!
kami kenal sang pengkhianat dan petualang!
kami ada. Ada di sini siap siaga
kami  pejuang tabah dan gigih
penunggang  kuda Kebenaran
dengan sepuluh pedang di tangan
sedia di tunggang ke Jannah al-‘Ula
bukan hemar dan baghal
tunggangan penyembah palang puaka
pengangkut sang petualang dan pengkhianat
ke Putrajaya atau DC atau Tel Aviv.

Syabas PEMBELA;
Panji-panji yang anda julang
dari Masjid Shah ‘Alam 17 Ramadhon petang
memancar Cahayanya menembusi segenap ufuk
tiada tepi tiada batas tiada ceruk
mendakap hati dan darah
setiap Muslim yang bermaruah
serentak suara Takbir gemuruh:
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
kecuali sang pengkhianat dan petualang.

Kibaran panji-panji mu menggerunkan
sang pengkhianat dan petualang
mereka menanti giliran
seperti gerombolan Musyrikun
dihumban ke telaga buta Badar
dikerumuni ulat-ulat kehinaan
dibelit ular-ular jahannam.

Syabas PEMBELA;
Julang lagi panji-panji itu.
Julang lagi.
Julang tinggi-tinggi
tinggi lagi
tinggii laagiiii
laaagiiiiiiiiiiiiiiiii
laaaagiiiiiii tingggiiiiiiii
tinggggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
 
Nabiyy yang mulia bersabda mengingatkan kita:
al-Islam ya‘lu wa la yu‘la ‘alayh
Islam tinggi dan tiada yang tinggi mengatasinya.
Ketika sang pengkhianat dan petualang berlumba menunjuk diri
dengan gagah penuh bangga mengusung palang kecelakaan
menyungkur mencium tunggul-tunggul puaka
anda wahai PEMBELA
menyalakan api pembakar
membakar palang-palang maknawi
menghidupkan Cahaya petunjuk
menyuluh Ummah dengan bintang-bintang  dan bulan
agar terang benderang segenap jalan
tiada celaka dan malapetaka
tidak dihempap palang puaka
tidak ditusuk tombak syirik bermata tiga
tidak dibungkus kain David enam mata
tidak dibakar api berhala.

Syabas PEMBELA;
Anda pembawa Cahaya
tidak padam tidak jua malap
sumbunya dari al-Munawwarah
minyaknya dari pohon Zaytun yang penuh barakah
biar sejuta sang pengkhianat dan petualang melangkah
menghimpun manusia, jin dan setan laga menyanggah
memadu jiwa dan tenaga
berhempas pulas membanting tulang
menghalang.

Syabas PEMBELA Syabas.

Ismail Mina Ahmad
24 Ramadhon 1432 H bersamaan 24 Ogos 2011
Taman Keramat, Kuala Lumpur.

dari: http://tradisionalislam.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s